Sejarah CU Gerbang Kasih
SEKAPUR SIRIH "KSP CU Gerbang Kasih Keuskupan Agung Ende"
Penderitaan manusia ( kemiskinan, penyakit, pengangguran, kemelaratan, kebodohan dll ) mengajak, mengundang dan menantang kita, Pemerintah, LSM, Gereja dan pihak-pihak lain untuk menanggulanginya.
Berbagai bentuk daya upaya dan pendekatan dilakukan.
Gereja Keuskupan Agung Ende, sepanjang sejarahnya, telah terlibat dan berperan aktif dalam upaya meringankan beban derita, kecemasan, keputusasaan dan kepahitan hidup umat manusia melalui karya bidang pendidikan (Sekolah, Kursus, Pertukangan, Menjahit, Ketrampilan Rumah Tangga), Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit, Poliklinik, Balai Pengobatan, BKIA, dll) serta Karya Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE).
Sejumlah tokoh awam disiapkan, para Delegatus Sosial (Delsos) dan Ketua Komisi PSE ditunjuk untuk menjalankan tugas pelayanan terhadap masyarakat dan problematikanya (Diakonia). Demikian pula didirikan sejumlah sejumlah lembaga (Yayasan, Badan) untuk menangani pelayanan sosial Gereja.
Gereja tidak pernah berpuas diri atas peran dan keberadaannya ditengah kemiskinan, kemelaratan dan penderitaan manusia. Ajaran Sosial Gereja sejak tahun 1891 (Rerum Novarum) hingga saat ini (Deus Caritas Est. 25 Desember 2005 ) terus disampaikan, sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab sosial atas masyarakat dan permasalahannya. Gereja senantiasa menengok kembali, meninjau dan mengkaji ulang (refleksi dan evaluasi) segala karya dan peran sertanya untuk diperbaiki dan disempurnakan demi pelayanan yang lebih menjawab dan sederap kebutuhan manusia pada zamannya. Hal demikian dilakukan juga oleh umat Keuskupan Agung Ende melalui Musyawarah Pastoralnya yang telah diadakan sebanyak 5 (lima) kali sejak tahun 1987.
Kini, Keuskupan Agung Ende (
umat dan pemimpinnya
) melalui Arah Dasar Pastoral Pembebasan dan pemberdayaan ingin lebih menegaskan lagi tanggungjawab sosial dan keterlibatannya dalam permasalahan manusia, terutama kemiskinan, kemelaratan, penderitaan dan ketakberdayaan, melalui tindakan-tindakan nyata. Penanggulangan masalah-masalah kemasyarakatan dan kemanusiaan ini hendaknya semakin jelas dan terbukti dalam rangka mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah, yakni
Kasih, Keadilan, Kebenaran dan Damai dalam semangat SOLIDARITAS
Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (Komisi PSE KAE ), sesuai amanat Muspas I s/d IV, dari waktu kewaktu berupaya menemukan model pendekatan dan corak karya yang lebih mengumat dan memasyarakat supaya nilai-nilai Kerajaan Allah yang adalah dasar sekaligus tujuan dari Karya Pastoral PSE menjadi lebih nyata, lebih dirasakan dan dihayati. Juga supaya upaya penanggulangan kemiskinan, kemelaratan, kebodohan dan ketidakberdayaan yang diemban Komisi PSE menjadi sebuah GERAKAN dan JARINGAN KARYA bersama semua umat.
Hadirnya CREDIT UNION GERBANG KASIH di wilayah Keuskupan Agung Ende adalah sebuah upaya ditengah berbagai upaya pelayanan terhadap masyarakat dan permasalahannya, sebagai wujud nyata dari KASIH dan SOLIDARITAS, yang dilandasi ETIKA dan MORAL dalam terang IMAN. Sehingga Kasih Allah semakin nyata dan dirasakan di tengah umat. Credit Union Gerbang Kasih hendaknya menjadi Gerakan Sosial- Keagamaan dari seluruh umat untuk menanggulangi masalah dan kesulitan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, dalam rangka memulihkan Harkat dan Martabat manusia sebagai Citra Allah dan menegakan kembali Hak Azazi Manusia. Koperasi menjadi Budaya dan Gerakan Rakyat dalam sebuah Jaringan Kerja yang kokoh dan bermutu untuk mengembangkan kesejahteraan dalam Kasih.
Semoga C.U. Gerbang Kasih dapat menjadi pendorong serta pengikat kekuatan dan energi kita yang kecil dan terpisah-pisah untuk menjadi kekuatan bersama yang besar, ibarat titik air hujan yang terus mengalir membentuk sebuah sungai yang besar.
Bersatu kita teguh (berhasil) bercerai kita runtuh (gagal). Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
(dalam bahas CU : Saya bekerja untuk uang dan uang bekerja untuk saya).